Tuhan tidak ada ??
Posted On Minggu, 03 Februari 2008 at di 02.13 by .: IKHSAN. NDSeorang konsumen datang ke tempat tukang
cukur untuk memotong rambut dan
merapikan kumisnya.
Si tukang cukur mulai memotong ram but
konsumennya dan mulailah terlibat
pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan
berbagai variasi topik pembicaraan, dan
sesaat topik pembicaraan beralih tentang
Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak
percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal
si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan
bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit
ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang
Maha Penyayang akan membiarkan ini semua
terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak,
tapi tidak merespon karena dia tidak
ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan
pekerjaannya dan si konsumen pergi
meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan
ruangan itu dia melihat ada orang di
jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar (mlungker-mlungker-
istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang
tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor
dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur
dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya
TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok
bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan
barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika
ada, tidak akan ada orang dengan rambut
panjang yang kotor dan brewokan seperti
orang yang di luar
menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap
ada!”, sanggah si tukang cukur.
” Apa yang kamu lihat itu adalah salah
mereka sendiri, kenapa mereka tidak
datang ke saya”, jawab si tukang cukur
membela diri.
“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.
“Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi… orang-orang
TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK
MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan
tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!
JIKA KAMU BERPIKIR TUHAN
INI KE ORANG LAIN!!!
JIKA TIDAK, HAPUS SAJA !!!
(from : R420r’s webblog)
Anak durhaka
Posted On at di 01.24 by .: IKHSAN. ND Namun, anak tunggal ini tidak pernah mendengar nasihat ibunya. Bahkan, melemparkan kata-kata menyakitkan yang keluar dari hati yang keras membatu. Jika ibunya tidak berhenti menasihatinya, maka ia mengancam akan lapor kepada paman-pamannya agar mereka memberi pelajaran kepada ibunya. Namun, ia malah mencela paman dan bibinya, padahal ia telah berumur 24 tahun. Usia yang tidak seorang pun bisa mengendalikan keinginannya sebab ia dapat melawan siapa saja.
Semakin hari ia semakin durhaka kepada ibunya dengan melemparkan kata-kata kotor dan menyakitkan. Suatu hari saat setan telah berhasil menguasai nafsunya, ia mengambil sandal dan melemparkannya ke arah ibunya tanpa perasaan dosa atau bersalah. Sandal itu tepat mengenai punggung si ibu. Kemudian, si ibu menangis dan menyesali nasibnya. Saking sakitnya, si ibu menyumpahi anaknya, walaupun dengan bercucuran air mata. Pada tengah malam anak yang durhaka itu baru pulang ke rumah setelah bermain-main dengan kawan-kawannya yang jahat, lalu masuk kamar dan tidur pulas.
Keesokan harinya, ketika ia bangun tidur, tiba-tiba ia tidak dapat menggerakkan tangan kanannya.... Tangan yang digunakan untuk melempar ibunya dengan sandal. Ya benar, sama sekali tangannya tidak dapat digerakkan!! Tangan kanannya lumpuh. Kemudian, ia menutup pintu kamar tidurnya dengan keras dan menangisi nasib dirinya atas perbuatan dosanya terhadap sang ibu. Mengetahui musibah yang menimpa anak tunggalnya, si ibu merasa kasihan karena tidak bisa berbuat apa-apa, lalu beliau mendoakan agar Allah memberi kesembuhan kepada anak tunggalnya.
Bagaimana bisa terjadi sehingga anak itu tega melempar ibu kandungnya dengan sandal? Sesungguhnya manusia yang paling bodoh sekalipun tidak mungkin melakukan perbuatan dosa seperti itu. Hal tersebut tidak dilakukan manusia terhadap binatang kesayangannya karena belas kasih! Sudah hilangkah ajaran agama dan hati nuraninya?
Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang hamba-Nya untuk berkata "ah" kepada kedua orang tuanya, dan agar berlemah lembut dan sopan-santun terhadapnya. Bagaimana nasib seseorang yang berbuat dosa terhadap kedua orang tuanya, seperti, melemparnya dengan sandal? Apakah mungkin dikatakan ia masih memegang nilai-nilai Islam? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
''Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah 30 bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun, ia berdoa, 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu-bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang salih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. "(Al-Ahqaf: 15).
(from : Kisahislam.com)
Ya...waktu ujian lah...?
Posted On Jumat, 01 Februari 2008 at di 01.49 by .: IKHSAN. NDKapan sih warung makan ’n’ tempat-tempat ’nongkrong’ pada sepi ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan sering dijumpai mahasiswa yang berjalan sambil membaca ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Terus, kapan fotocopy-an penuh desak-desakan ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kalo mimpinya selalu ngingatin contekan jawaban kapan hayo ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan toilet-toilet jadi penuh kertas-kertas kopekan mahasiswa bandel ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan hayo baru inget ama temen yang rajin ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan mahasiswa dibilangin suu..perrr goblok kalo bolos ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan ya paling enak bilang ’ngopy bahan donk !’
(ya...waktu ujian donk..?)
Kapan mahasiswa baru betul-betul serius dengan materi kuliahnya ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Waktu kapan yang paling pas buat lembur-lemburan ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Yang paling puenting....Kapan ada ide untuk buat postingan ini ?
(ya...waktu ujian donk..?)
Ustadznya kok mahal ya...?
Posted On at di 01.21 by .: IKHSAN. ND...lucu ya..., judulnya ... tapi ya...ini kenyataan lho..., kalau sedikit mau lebih tahu dan ndak pura-pura ndak mahu tahu..., ya..ini lumrah / wajar. Dalam artian bahwa bukan sekian rupiah yang kita bayarkan atas jasanya, sekali lagi bukan membayar jasa yang ia berikan, tapi sebagai pengganti atas waktu yang telah ia luangkan bersama kita, sebatas membayar waktu duduk-duduk ia dengan kita, karena tentu akan tidak baik jika kita mengganggu kewajibannya sebagai kepala rumah tannga dalam mencari nafkah keluarganya, nah...tentunya dengan kita menahan ia bersama kita, maka sewajarnyalah kita memberikan pengganti walaupun tidak sebarapa atas waktunya. Pengertiannya sebatas itu saja...jelas kan ya...^_^
Walaupun terkadang ada ustadz yang secara tegas menolak ’bingkisan’ yang diberikan dengan alasan ’apa yang diberikan Allah nantinya jauh akan lebih baik dari apa yang akan saya dapatkan sekarang’ ataupun kalimat-kalimat serupa yang semisal dengan ini.
Maklum lah...masa...untuk ilmu-ilmu dunia yang sifatnya fadhu kifayah kita rela bayar mahal, ratusan hingga jutaan rupiah, sedangkan ilmu Ad-diin (Agama) dengan sifatnya fardhu ’ain (wajib atas tiap-tiap muslim) kita enggan ... atau atau seperti belajar bahasa Inggris yang biayanya lumayan tinggi jika dibandingkan dengan belajar Bahasa Arab bahkan ada yang gratis malahan, walaupun kita tahu kalo bahasa ini adalah bahasa tersermpurna yang pernah ada hingga detik ini. Memahaminya sama dengan memahami agama Islam dan bisa dibayangkan betapa indahnya bisa memahami AL-qur’an lantaran kita faham dengan bahasa Arab..sholat bisa lebih khusyu’, do’a-do’a yang diucapkan juga bisa lebih dihayati....ndak sekedar pengucapan, tapi dengan pemaknaannya.
Tapi, (sebenarnya permasalahannya di sini)...ada ustadz-ustadz kondang di tanah air yang membayar waktunya itu sama dengan biaya hidup selama 1 tahun....? wao...w, kok bisa..? ya..tentu saja bisa....padahal kalau kita teliti dengan ’ilmu, maka kita akan menjumpai bahwa mereka masih kurang dan kalah dalam ke’ilmuannya dibadingkan ustadz-ustadz kita yang tidak tampil di layar-layar kaca... tapi begitulah...sebagian kaum muslimin rela membayar mahal walaupun mungkin sekedar pamor yang ia dapatkan, sementara masalah ’ilmu itu nomer-16....___ ya...mudah-mudahan Allah SWT memberikan kita hidayah dan bimbingannya agar bisa memaksimalkan apa-apa yang ada pada kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat....Amin. ^_^
.: Buku telepon
Posted On Rabu, 23 Januari 2008 at di 06.09 by .: IKHSAN. NDDi suatu sekolah…tepatnya pada akhir-akhir semester…diantara deretan kelas-kelas, sekilas dari kelas yg pojok sedang terjadi diskusi yg seru antar seorang guru dengan murid-muridnya…, sambil sang guru berkata :
‘ baiklah.., sekarang kita berada di penghujung semester dan selama kalian di sini tentunya ada pengalaman-pengalaman menarik yang tidak mungkin terlupakan yang pernah kalian alami, ibu mau mendengar pengalaman-pengalaman seperti apa itu, dimulai dari barisan paling depan …ari, ya kamu.. coba ceritakan pengalamanmu yang paling berkesan kepada kawan-kawanmu..’
(dengan matanya yang berbinar-binar seolah-olah kembali mengulangi kejadian itu sambil ia berkata…)
‘disemester lalu nilai sy tertinggi sekelas sehingga ayah ibu memberiku hadiah dengan keliling-keliling Eropa selama sepekan…’, …kemudian dari belakangnya, siswa yang lain tidak mau kalah..
‘…anu bu,..saya diberi uang 100 ribu untuk setiap 1 nilai 9 di rapot…’, ada lagi yang dibelikan sepeda motor pribadi, …menginap di villa…dan bermacam-macam hal menarik yang pernah mereka alami…
..ditengah-tengah hiruk-pikuk celotehan mereka, tampak dari belakang seorang anak yang mengacung-acungkan jarinya meminta kesempatan juga untuk menyampaikan pengalaman berkesannya…setelah siswa-siswa lain berhenti baru kemudian bu guru mengizinkan anak ini berbicara.
‘…ya…tolong ceritakan kepada teman-temanmu pengalaman berkesan seperti apa yang pernah kau alami selama ini…’
(dengan matanya berbinar-binar sebegitu senang diberikan kesempatan untuk bicara, ia berucap…)
‘…pengalaman yg paling berkesan yang pernah aku alami adalah ketika seminggu yang lalu nomor telepon rumahku terdaftar di buku telepon…’
_ seketika kelas Hening dan Senyap??. . . lalu beberapa detik kemudian, 1 demi 1 tawa siswa lain menghujani temannya yang lugu ini …sambil mereka menimpali…
‘…wah..ha…ha.., kalau cuma nomor telepon, aku juga punya 2 tahun yang lalu…tidak mau kalah, temannya yang lain menambahkan.…
‘..hu...hu..hu.., bahkan sebelum aku lahir, nomor teleponku sudah terpajang di buku telepon…tidak adakah hal yang lebih berkesan yang pernah kau alami selain itu ???
Melihat kejadian ini, ibu guru langsung mengkondisikan siswa-siswa agar tetap tenang dan menghormati temannya yang sedang berbicara.
‘…sudah..sudah..sudah, kenapa harus ditertawakan ! ibu minta semuanya diam dulu…,
Sembil memandang siswa lugu yg sedang tertunduk itu, ibu guru kemudian berkata :
‘…benar begitu? Coba ceritakan lebih detil lagi agar teman-temanmu bisa mengerti dengan baik…? Pinta bu guru
Kemudian siswa ini menghela nafasnya dalam-dalam, lalu kemudian mulai bercerita…
‘..ya…, itulah pengalaman yg paling berkesan bagiku.’
‘ Dulu, Ayah bukanlah orang baik-baik, sehingga ayah selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kejaran polisi. Setelah sekian lama, kemudian ayah akhirnya sadar & taubat...’
‘..lalu ayah ingin membuka usaha, tapi, ayah tidak punya modal untuk itu, sehingga ayah banyak mencari orang utk rela meminjamkan uang sebagai modal awal. Tapi selalu saja ditolak, tidak ada satupun dari mereka yang percaya.., walaupun demikian, ayah tetap gigih berusaha, hingga akhirnya ada seorang usahawan yang rela meminjamkan modal usaha kepada ayah, dan akhirnya ayah bisa membuka usaha itu...iaaa…walaupun usaha kecil-kecilan, tapi sudah cukup untuk sekedar kebutuhan makan.’
‘…ayah terus bekerja & bekerja…hingga akhirnya kami sedikit lebih mapan, dan ayah juga membelikan kami telepon agar mudah dalam berusaha…yg minggu lalu nomor ini terdaftar di buku nomor telepon.’
‘…kalian tahu, apa artinya no.telp keluargaku ada di buku telp …?’ , ‘artinya ayah tidak perlu lagi dikejar-kejar polisi setiap harinya, artinya, aku tidak perlu lagi dibangunkan ayah untuk lari di malam hari … artinya, aku tidak lagi tidur di atas besi dingin untuk terhindar dari kejaran-kerejaran mereka,… artinya, aku tidak lagi kehilangan teman-temanku karena setiap kali aku pindah dari satu sekolah ke sekolah yang lain. . . ’
(kelas tiba-tiba hening . . . baru kemudian bu guru yg angkat bicara..)
‘…nah…dari penyampaian teman kalian, tentunya kalian sudah faham dan mengerti apa dan bagaimana pengalaman yang menarik bukan..? , mudah-mudahan kalian juga menjadikan peristiwa ini sebagai salah satunya..’
Sumber: theforgetesite