Permasalahan men-Ta'wil
Posted On Selasa, 02 Maret 2010 at di 19.12 by .: IKHSAN. NDHm....mari kita buka surat Al-Baqarah (2): 54,
kurang lebihnya sebagai berikut :
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُواْ إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya :
" Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".
Nah… salah satu kecelakaan dalam menafsirkan ayat dari ayat yang Mulia di atas adalah, ketika seorang yang tidak faham dengan Agama ini menerjemahkan secara mentah-mentah ayat ini dan direalisasikan, pergi ke tempat tertinggi lalu dengan niat taubat yang ikhlas, maka iapun melompat dari tempat tinggi tersebut sambil membaca ayat ini dan berangkat dengan niat yang ikhlas.
Lihat, betapa bodohnya orang yang jahil ini dengan penafsiran keliru yang menyesatkan…menyebabkan ia mati konyol yang ia justru mengundang kemurkaan Allah Subhanahu wata'ala.
Perhatikan ikhwanifillah, ini adalah jenis taubat yang harus di tempuh oleh umatnya Nabi Musa 'alaihissalam pada saat itu, tentu saja syari’at ini sudah di mansukh (dihapus) oleh syari’atnya Nabiullah Muhammad Sallallahu 'alaihi wassallam dalam hal bertaubatun Nasuha maka dengan memiliki ‘azzam yang kuat untuk tidak mengulangi lagi ma’siat tersebut InsyaAllah Allah akan mengampuni hambaNya yang belaku ma’siat terhadapNya.
Lalu kenapa syari’atnya Nabi Musa masih ada di dalam Al-Qur’an? Bukankah sudah di mansukh? Mengapa Al-Qur’an menerangkan sesuatu yang harus di abaikan seperti halnya permasalahan ini?
Diantara hikmah tetap dimuat ayat-ayat yg dimansukh (menurut sebagian 'Ulama), ini untuk menunjukkan sejarah kepada umat Nabi Muhammad, bahwa begitulah Allah menurunkan syari’atnya yang Maha Mulia kepada umat-umat terdahulu dengan IlmuNya sesuai dengan apa-apa yang Ia kehendaki, dan tentu ‘ilmu Allah ini tidak akan pernah bisa difahami oleh akal manusia yang kecil ini dan agar umat Nabi Muhammad ini bersyukur bahwa syari’at yang dibawa Nabi Muhammad tidaklah sebegitu berat seperti syari’at yang dibawa oleh Nabi Musa as. Wallahu a’lam.
Contoh lain dari syari’atnya nabi Musa as yang sudah di mansukh adalah pada permasalahan pakaian / baju yang terkena najis. Apa yang disyari'atkan oleh syari’atnya Nabi Musa? … maka yang dilakukan tidak ada tawar-tawar lagi selain harus merobek baju yang terkena najis tersebut. Lalu bagaimana dengan syar’at Nabiullah Muhammad? …ia…cukup dengan dicuci sampai tidak tersisa lagi bau, warna, rasa maupun bentuknya, ketika bau, warna, rasa dan bentuknya lenyap, maka pakaian tersebut bisa digunakan lagi (telah suci).
Lihat...beginilah agama Allah diturunkan, bukan untuk kita takwilkan sendiri, tetapi harus merujuk kepada penafsiran-penafsiran pada ‘Ulama yang telah mumpuni ‘ilmunya, toh mereka sudah dijanjikan oleh Nabi adalah para pewaris Nabi dan ‘ulamalah orang yang paling takut kepada Allah dibandingkan dengan yang selain mereka.
Semoga tulisan yang singkat ini dapat memberikan manfaat bagi kita agar lebih berhati-hati dalam menafsirkan ayat-ayat Allah 'Azza waJalla, dan agar kita terhindar dari penafsiran-penafsiran sesat dan menyesatkan, sehingga kita senantiasa hanya merujuk kepada penafsiran para sahabat-sahabat Nabi, Ulama-ulama yang telah diakui bidang keilmuannya di dalam permasalahan ini.
Wallahu a’lam. (cmiiw)
Wanita pertama yg masuk Syurga
Posted On Minggu, 21 Juni 2009 at di 02.02 by .: IKHSAN. NDPada suatu kesempatan, pimpinan para bidadari-bidadari Syurga sekaligus istri khalifah ke-4 yang tidak lain adalah Fathimah radhiallahu ‘anha bertanya kepada ayahandanya, yakni Abul Qashim, Rasulullahi sallallahu ‘alaihi wassalam sendiri mengenai syurga, …“ Wahai ayahku, siapakah wanita pertama yang nantinya akan memasuki syurga pertama kali..? ”.
Maka rasulullahi sallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “dia adalah Mutiah”. Mendengar jawaban ayahanda, fathimah seketika kaget Nabi tidak menyebutkan namanya, akan tetapi nama yang gharib (asing) terdengar dan sekaligus penasaran, siapakah gerangan Mutiah yang dijanjikan oleh ayahnya akan memasuki Syurga pertama kali dari golongan wanita.
Maka bulatlah tekad fathimah untuk mencari tahu bagaimana bisa wanita ini mendapatkan ‘penghargaan terbaik’ yang banyak diperjuangkan oleh wanita bahkan seluruh wanita yang pernah hidup di kolong langit Allah ini. Maka ia meminta izin pamit dari sang suami, yakni ‘Ali bin Abi Thalib (Abu Thurob) untuk mengecek perihal kabar yang membuatnya penasaran ini, sambil ia membawa putranya Hasan bergegas menuju ke rumah wanita tersebut.
Alkisah…setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya fathimah menemukan lokasi rumah yang dimaksud, maka tanpa buang-buang waktu ia langsung mengucapkan salam minta izin untuk diberikan bertamu. Maka terdengarlah dari dalam rumah suara seorang wanita yang menyahut.. “siapa…?” , maka fathimah menjawab, “saya…fathimah…”, mendengar jawaban tersebut sang wanita rumah sangat senang sekali, bayangkan saja, di Madinah, siapa yang tidak tahu fathimah, putri tercinta dari makhluk terbaik yang Allah subhanahu wata’ala utus ke bumi. Lalu berkatalah wanita ini kepada fathimah,…”engkau sendiri wahai fathimah..?”, dijawab, “..dengan hasan (putraku)…”, mendengar jawaban itu, wanita ini kaget dan dengan sangat menyesal berkata kepada fathimah, “…maaf wahai fathimah, aku tidak bisa menerima tamu pria, aku harus minta izin dahulu dari suamiku untuknya…, jika engkau tidak keberatan, datanglah esok..”, mendengar jawaban itu, fathimahpun pulang, dengan tangan kosong, karena ia tidak diizinkan masuk lantaran membawa putra kecilnya, hasan.
Bayangkan hanya pria kecil yang tidak faham dengan aurat, syahwat atau yang semisalnya pun tidak diizinkan masuk, … bandingkan dengan kita, tentu ini menjadi suatu pelajaran yang berharga sekali bagi kaum muslimin, khususnya kaum muslimat yang bertugas dalam menjaga rumah suaminya. Kita lanjutkan…
Esoknya, fathimahpun datang bersama hasan di temani adiknya husein yang umur lebih muda dari hasan, ketika sampai di depan rumah, fatimahpun mengucapkan salam untuk diizinkan bertamu, lalu wanita dari dalam rumah ini menjawab salam fathimah sambil berkata, “engkaukah itu fathimah dengan si kecil Hasan?..” , maka dijawab, “ya…dengan hasan dan husein (saudara hasan)..”, mendengar jawaban fathimah itu, si wanita ini kembali kaget dan dengan menyesal kembali ia harus mengatakan, “…kenapa engkau tidak berita tahu aku kemarin, aku hanya mendapati izin bagi si kecil hasan, tidak dengan husein, jika engkau berkenan..datanglah esok, aku akan mintakan izin bagi husein juga…”.
Perhatikan sekali lagi, siapa husein? Adiknya hasan yang umurnya lebih muda dan lebih tidak faham lagi dengan aurat-aurta wanita tapi tetap saja ditolak dengan lemah lembut lantaran belum mendapatkan izin dari sang tuan rumah yaitu suami Mutiah sendiri.
Esoknya, fathimah, hasan dan husein kembali datang ke rumah wanita ini, seperti biasa diawali dengan salam, lalu dijawab dengan salam pula dan kali ini fathimah diizinkan masuk, … ketika fathimah masuk ke dalam rumah sederhana itu, dilihatnya ternyata isi rumahnya begitu sederhana, perabotan-perabotannya juga sangat sederhana meskipun begitu tertata dengan rapi dan anehnya rumah itu seolah-olah mendatangkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang memasukinya, begitu yang dialami fathimah dan ke-2 putranya hasan husein yang begitu senang bermain-main pelataran yang sempit itu, biasanya mereka tidak begitu betah berlama-lama tapi tidak kali ini.
…akan tetapi wanita ini ternyata sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya, iapun berkata, “.., maafkan aku karena tidak bisa bermain dengan hasan husein, karena aku sedang mempersiapkan keperluan-keperluan rumah sebelum suamiku nanti pulang… fathimah-pun bisa maklum. Dilihat fathimah wanita ini menata sendiri makanan-makanan yang ia persiapkan di ruang makan, anehnya disamping makanan itu ada semacam rotan kayu yang juga dipersiapkan wanita ini untuk suami tercinta. Lalu fathimahpun penasaran dan kemudian bertanya, “wahai sudaraku, untuk apakah gerangan rotan yang engkau letakkan tepat disebelah hidangan itu..?” , maka wanita ini tersenyum,…lalu menjawab, “..ah..tidak ada apa-apa, hanya untuk mengukur pelayananku saja, jika nanti suamiku pulang, lalu aku akan tanyakan padanya: ‘bagaimana suamiku? Apakah engkau senang / ridho dengan masakanku?’ jika dijawab : ‘Ya..’, maka tidak akan terjadi apa-apa, sebaliknya jika jawabannya ‘Tidak’, maka aku sediakan rotan itu untuk menghukum / mencambuk ku yang tidak becus / pandai melayaninya…”.
Mendengar jawaban itu, fathimahpun kagum sambil bergumam di hati : “…subhanallah, alangkah ta’atnya wanita ini kepada suaminya…”, lalu fathimah bertanya, “apakah suamimu yang memerintahkan disediakannya rotan ini? ” , maka wanita ini kembali tersenyum manis sambil berkata, “tidak, suamiku adalah hamba yg ta’at kepada Allah, akan tetapi ini adalah inisiatifku sendiri, agar aku terpacu untuk bisa memberikan layanan terbaikku padanya… ”.
Setelah beberapa saat, fathimah dan anak-anaknya minta izin untuk pulang dan barulah fathimah dapat tahu memang benar apa yang dikatakan ayahandanya, bahwa wanita inilah yang akan memimpin wanita-wanita muslimah memasuki syurga.
Jadi, bagi kaum muslimah yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala, jika ingin memasuki syurga dengan jalan pintas sebagaimana jalannya mobil di atas jalan tol, maka datangilah pintu berbakti kepada suami, karena ia benar-benar akan mengantarkan seorang istri ke syurga yang Allah janjikan keni’matan yang belum pernah terdenting di hati, belum juga terlihat oleh mata dan belum terdengar oleh telinga.
Semoga Bermanfaat.
Jangan Dekati Zina .... !
Posted On Sabtu, 18 April 2009 at di 02.25 by .: IKHSAN. NDSeburuk-buruk kejadian tentang masalah zina seperti apa yang di sebutkan oleh Ibnu Jauzi rahimahullahu ta’la di dalam kitabnya : dzhammul hawa yaitu ringkasannya sbb :
Seorang pemuda dipusingkan oleh suatu perkara, selama 3 hari bermimpi dengan mimpi yang sama yang membuatnya tidak bisa tidur, yaitu kuburan-kuburan yang ada di dekat rumahnya seakan-akan terbongkar lalu datanglah orang-orang kubur tersebut bangkit mendatangi pemuda ini, yaitu mereka meminta agar pemuda ini berupaya agar menggagalkan rencana penguburan jenazah seorang wanita yang sebentar lagi akan dimakamkan di situ karena tidak kuatnya mereka menahan bau busuk yang akan mereka terima dikuburan tersebut jika jenazah wanita itu dikuburkan bersama dengan mereka. Sehingga pemuda ini bingung, 3 hari berturut-turut pasti ada apa-apa, lalu ia berangkat ke kuburan tersebut dan bertemu dengan tukang penggali kubur seranya bertanya : ‘wahai bapak, adakah orang yang akan dikuburkan hari ini di tempat ini?’ maka dijawab oleh bpk itu : ‘Benar, akan ada seorang wanita kaya raya yang meninggal barusan, mereka telah membeli tempat ini dengan harga yang sangat maha, karena banyak tempat-tempat yang tidak menerima dia’ , lalu pemuda ini menceritakan perkara mimpinya itu kepada si penggali kuburan ini sehingga membuat bapak penggali kuburan terheran-heran dan akhirnya mereka sepakat bahwa mereka juga menolak jenazah wanita yang hendak menempati tanah perkuburan tersebut.
Membuat pemuda tersebut penasaran dan ingin tahu siapakah gerangan wanita yang membuat takut penduduk kubur dengan dosa-dosa yang menduduk kubur juga lakukan, akan tetapi kenapa mereka lebih takut dengan dosa dari si wanita kaya raya ini, sehingga pemuda inipun datang ke tempat ta’ziyah wanita kaya tersebut, ia dapati disana orang yg hadir sangat ramai & dilihatnya keranda jenazah wanita tsb sudah diberangkatkan menuju ke kuburan lain yang ada menerimanya, tentunya dengan harga yang tidak kalah mahalnya.
Kemudian, pemuda ini melihat ada 2 orang laki-laki, 1 yg tua dan 1 lagi yang muda dan gagah, sepertinya lelaki yg muda tersebut adalah anak jenazah wanita itu dan memang benar ketika pemuda ini bertanya kepadanya, lalu kemudian pemuda ini menceritakan perihal mimpinya, sehingga anak tersebut juga ikut penasaran seraya berkata : “sesungguhnya saya penasaran dengan cerita engkau, akan tetapi saya tahu satu-satunya orang yang mengerti tentang apa-apa yang dilakukan oleh ibu saya adalah dayang yg sudah kami anggap sebagai orang tua kami” , maka berangkatlah 2 orang tersebut meninggalkan acara itu dan akhirnya bertemu dengan nenek / dayang ini. Lalu anak ini bertanya : ‘wahai nenek, apa yang telah dilakukan, sehingga pemuda ini bermimpi yang tidak-tidak terhadap ibu?’ dengan desakan sang cucu, sehingga dayang ini akhirnya mau angkat bicara, ‘demi Allah wahai anakku, sebanyak dosa dan ma’siat yg dilakukan ibumu, ada 3 yg nenek paling takutkan Allah tidak mengampuninya’ kemudian anak ini mendesak : ‘apa itu wahai nenek, ceritakanlah..?’ kemudian dayang ini melanjutkan : ‘sesungguhnya ibumu adalah wanita yang tidak pernah puas dengan laki-laki, ayahmu ketika di toko/kedai sedang sibuk melayani tetamu, tidak berselang 1 atau 2 hari maka telah datang di kamar ayahmu 2 atau 3 laki-laki serentak utk melayani nafsu bejat ibumu, begitulah, sampai karena perzinaan tersebut lahirlah engkau wahai anakku, engkau bukanlah anak dari ayahmu, akan tetapi engkau adalah semua gabungan sperma laki-laki yang telah menjamah ibumu’.
‘lalu, apa lagi nek, apa lagi yg dilakukan oleh ibu?’, nenek itu melanjutkan : ‘setelah engkau dilahirkan, ia sangat mencintai engkau, kemudian engkaupun tumbuh dan tumbuh, menjadi seorang remaja yg gagah, lalu suatu hari ibumu datang dan mengejutkan nenek, bahwa ia tidak sabar lagi dengan engkau, pandangannya sekarang bukanlagi pandangan seorang ibu kepada anaknya, akan tetapi pandangan seorang wanita kepada laki-laki lain, lalu nenek ingatkan ia, ittakillah, bertaqwalah wahai fulanah, tidak cukupkah engkau terhadap laki-laki yang datang secara serempak kerumah suamimu?’ lalu wanita ini menjawab : ‘wahai ibu, biarkanlah saya yg akan menanggung semua dosa itu, akan tetapi saya sudah tidak sabar lagi dengan ketampanan dan kejantanan anak itu, izinkan saya ibu untuk bisa menjamahinya‘ ‘maka nenekpun mencari siasat dan kilah bagaimana caranya agar engkaupun jatuh ke pangkuannya, maka nenek ajarkan engkau tulis dan baca agar dapat bercinta dengannya (ibumu) dengan surat yg ditulis ibumu dan membuat janji di suatu malam dalam keadaan listrik dimatikan yg kemudian menghasilkan perzinaan, sekali, dua kali yg itu berlanjut selama berbulan-bulan sampai akhirnya ibumu hamil dan mengandung.’
‘ibumupun gundah, dan dia datang kepada nenek dan bertanya apa yang harus ia lakukan?, maka nenek katakan kepadanya, gugurkanlah janin tersebut, selamatkan wajahmu dari murka suamimu akan tetapi ibumu menolaknya dan dia bertakad utk membesarkan bayi yg ada dlm perutnya itu, lalu ibumu minta permisi kepada ayahmu dengan berdalih bahwa ia rindu akan kampungnya dan agar diizinkan pulang, sampai akhirnya ia melahirkan di sana anakmu sekaligus adik kandungmu setelah dilahirkan, iapun kembali pulang dan kembali melakukan kebiasaan buruknya tersebut. Anak tersebut berkembang menjadi gadis yg cantik jelita, kemudian ibumu berkata kepada nenek, wahai dayang, sesungguhnya anak ini telah menjadi gadis, dan saya inginkan dia tinggal di rumah saya (rumah suamiku), maka nenek berkata, ittaqillah , takutlah engkau kepada Allah, bagaimana bisa engkau membawanya sedangkan itu adalah aib yg takut nanti terbongkar oleh suamimu, ‘tidak ne, harus ada jalan agar ia bisa tinggal bersamaku, aku akan katakan dia adalah budak/pembantuku, sehingga ia diperbolehkan tinggal di rumah suamiku’ .
Setelah berapa lama, datang lagi wanita ini kepada dayang tersebut, dan ia mengatakan, ‘wahai nenek, satu lagi yg harus saya rencanakan’, ‘apa itu?, tidak cukuplah segala dosa dan ma’siat yg engkau lakukan salama ini?’, dia (wanita) ini mengatakan, ‘wahai nenek, saya harus menjodohkan anak saya tersebut dengan anak saya tersebut (anak hasil perzinaan pertama dengan anak perzinaan yg lainnya), kata nenek : ‘kenapa engkau jodohkan?, bukankah itu anaknya, bukankah itu haram baginya’, maka wanita ini juga berkata : ‘wahai ibu, sesungguhnya saya tidak tega wanita ini jatuh ke tangan laki-laki yg lain‘ .
Kemudian berkata nenek itu kepada anak yg bertanya ini, : ‘wahai anakku, dialah sekarang istrimu dan dia adalah ibu dari anak-anakmu yg engkau telah menikahi adik sekaligus anakmu’.
Mendengar itu, pemuda ini langsung pingsan tidak sadarkan diri.
Selesai.
Itulah yang di disebutkan oleh Asy-Syeikh Ibnu Jauzi dalam kitabnya dzhammul hawa yaitu seburuk-buruk zina, lihat, bagaimana suatu zina akan melaharikan perzinaan yang lainnya.
Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi ibrah / pelajaran bagi kita untuk benar-benar tidak mendekati zina, apalagi melakukannya.
Wallahu a’lam bis ssawaf.
Dari kajian Ust.Armen – Jangan dekati zina (c).
Tauriyah = bohong yang bukan dusta ?
Posted On Jumat, 14 November 2008 at di 19.51 by .: IKHSAN. NDTauriyah atau ma’arid adalah melontarkan satu ucapan yang memiliki dua makna, yaitu makna yang mendekati maksud yang difahami oleh pendengar dan makna yang jauh berbeda yang dikehendaki oleh pembicara, dimana makna ini dikandung oleh bahasa arab, dan dengan syarat tidak membathilkan kebenaran dan membenarkan kebathilan.
Baiklah, berikut penjelasan lebih lanjut tentang tauriyah melalui beberapa contohnya yang diguanakan para Salaf dan imam-imam yang dicantumkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’la dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan;
1. telah dinukil dari Hammad rahimahullahu ta’ala bahwa jika dia didatangi seseorang yang dia tidak ingin ditemaninya duduk, dia berkata sambil meringis: “Gerahamku, gerahamku”. (dia hanya menyebutkan gerahamnya, dan tidak menyinggung apakah sakit, atau luka)pent, sehingga dia terbebas dari beban orang yang tidak mendatangkan kebaikkan bila ditemani.
2. Sufyan Ats-Tsauri dihadirkan ke majelis Khalifah Al-Mahdi lalu khalifah memuliakannya (memuji-mujinya secara berlebih-lebihan). Kemudian dia berniat keluar, khalifah berkata padanya : “Anda harus duduk”. Kemudian Ats-tsauri bersumpah bahwa dia akan kembali lagi. Dia kemudian keluar sambil meninggalkan sandalnya di pintu. Sesaat kemudian, dia kembali lagi untuk mengambil sandalnya dan pergi. Ketika khalifah menanyakannya; maka dikatakan kepada khalifah tersebut, “Dia bersumpah untuk kembali, kemudian dia kembali untuk mengambil sandalnya”.
3. suatu ketika Imam Ahmad sedang berkumpul dengan murid-muridnya di rumahnya, diantaranya terdapat Al-Marwadzi. Kemudian seseorang dari luar rumah mencari Al-Marwadzi sedang Imam Ahmad tidak suka kalau Al-Marwadzi keluar. Imam Ahmad kemudian berkata : “Al-Marwadzi tidak di sini?” sambil meletakkan jarinya di telapan tangannya dan berbicara, karena si penanya tidak melihatnya.
4. jika Anda ditanya apakah Anda melihat fulan, sedang Anda khawatir jika Anda memberitahunya maka dia akan menyakitinya. Maka Anda katakan kepadanya : “maa roai tuhui” yang maksud Anda bahwa anda tidak memotong paru-parunya (karena ro a artinya ada 2, melihat dan memotong paru-paru) dan ini adalah makna yang benar dalam segi bahasa. Contoh, ketika seorang sedang berlari-lari menghindar dari sekelompok orang yang katakanlah ingin membunuhi atau menganiayanya, kemudia orang ini meminta kita untuk tidak menyebutkan keberadaan posisinya. Nah..hal yang kita lakukan adalah cepat-cepat untuk berpindah tempat meskipun hanya 1 / 2 jengkal. Ketika orang yang hendak berbuat aniaya tersebut menyusul dan bertanya kepada kita tentang keberadaan seorang yang hendak didzolimi tadi, maka kita cukup mengatakan : “Selama saya berdiri di sini, saya tidak melihat seorangpun yang meminta tolong kepada saya”. Perhatikan, ini bukan dusta, akan tetapi benar keadaannya, sebelum saya berpindah posisi, memang ada orang yang minta tolong kepada saya, akan tetapi setelah saya ubah posisi, maka saya tidak mendapati orang yang meminta pertolongan itu.
Hadist dari Ummu Khultsum ra :
Aku belum pernah mendengar beliau (Rasulullah SAW) membolehkan berbohong, kecuali dalam 3 hal, yaitu (1) mencegah (menghalau) musuh dalam berperang, (2) berbohong dengan tujuan untuk mendamaikan pihak yang bertikai dan (3) perkataan bohong suami terhadap istrinya (untuk kemaslahatan rumah tangga keduanya).
Dan contoh di atas, bersesuaian dengan point ke-2 dari hadist di atas.
5. Raja Namrud pernah bertanya kepada Nabi Ibrahim as tentang wanita yang ada bersama beliau, jika wanita ini istrinya maka raja akan membunuhnya, apakata Nabi Ibrahim untuk mengakali raja yang dzholim ini, beliau berkata : “dia adalah saudaraku”. Saudara yang dimaksudkan Nabi Ibrahim adalah saudara seiman, sedangkan yang ditangkap oleh sang Raja adalah saudara sepersusuan atau satu darah, sehingga selamatlah istri Nabi Ibrahim as.
6. pada saat tengah berkecambuknya perang, informasi-informasi yang beredar sangatlah penting utk strategi perang, oleh sebab itu Nabi SAW pergi mencari informasi tersebut, sehingga bertemu dengan seorang yang diyakini memiliki informasi penting tersebut, akan tetapi jika orang ini mengetahui bahwa yang bertanya adalah orang dari Madinah (saat itu Nabi sudah berhijrah ke Madinah), maka ia akan tutup mulut dan tidak mau memberikan informasi perang tersebut, maka ketika orang tersebut bertanya kepada Rasul, “dari mana asalmu?”, maka Nabi menjawab : ana fil maa (saya berasal dari air). Kemudian Nabi mendapatkan informasinya karena orang itu percaya bahwa Nabi berasal dari Iraq, karena saat itu iraq adalah negeri yang dikelilingi oleh air (maa) , padahal yang dimaksud maa oleh Nabi adalah air mani, karena memang setiap manusia berasal dari air mani.
7. ketika seorang imam besar di desak suatu pemerintahan yang zholim untuk mengakui bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk (padahal sesungguhnya Al-Qur’an adalah ‘Qalamulloh’ dan bukanlah makhluk), maka imam ini menunjuk jari – jarinya sambil berkata : “Al-Qur’an, Injil, Taurat, ini semua (sambil tetap menunjukkan jarinya) adalah makhluk”. Maksud dari kata ‘ini semua’ adalah ‘tangan beliau sendiri’ dan bukan Al-Qur’an ataupun yang lainnya, karena pada saat itu beliau tengah menunjukki ke jari-jarinya.
Namun, perlu diingat, bahwa seorang muslim tidak sepatutnya menggunakan tauriyah ini kecuali dalam keadaan betul-betul mendesak. Ini dikarenakan hal-hal sebagai berikut :
a. Memperbanyak tauriyah, bisa menyeret pelakunya ke dalam perbuatan dusta.
b. Hilangnya kepercayaan atas omongan sebagian atas sebagian yang lain. Karena salah seorang di antara mereka akan meragukan omongan saudaranya, apakah omongannya sesuai dengan zharinya atau tidak?
c. Jika si pendengar mendapati hakikat yang bertentangan dengan zahir kalam si pembicara, dan tidak menyadari tauriyah si pembicara, niscaya dia akan menganggapnya pembohong. Ini jelas bertentangan dengan perintah Syari’at untuk memelihara kehormatan dan harga diri.
d. Menjadi jalan masuknya rasa bangga diri dalam diri si pelaku, karena dia merasa mampu mengelabui orang lain.
Demikianlah rangkuman yang saya kumpulkan dari berbagai sumber, selanjutnya terserah kepada Anda, karena saya yakin, Anda sudah dewasa dan tahu akan hal-hal yang harus Anda lakukan.
* ref : langkah tepat menghadapi kondisi darurat. (Muhammad sholeh Al-Munajid).
Dan Rasullullah Pun Bercanda...
Posted On Minggu, 10 Februari 2008 at di 01.38 by .: IKHSAN. NDAbu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Ahmad).
1st :
Rasullullah bercanda ?! jangan kaget kalau Nabi SAW juga bercanda.Tetapi canda Nabi SAW tetap dalam koridor kejujuran, bersih dari kebohongan. Berikut ini contoh canda Nabi SAW :
Suatu ketika ada seorang nenek tua datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya berkata : “ Wahai Rasulullah ! berdoalah kepada Allah agar saya dimasukan kedalam surga “ Rasulullah menjawab (bercanda) : “ Wahai Ummu fulan ! sesungguhnya surga itu tidak dihuni oleh orang lanjut usia.” Mendengar jawaban tersebut , si nenek terperanjat lantas berlalu sambil menangis . Kemudian Rasulullah SAW bersabda : “ Kabarkanlah padanya bahwa (maksud perkataan saya ) dia tidak masuk surga dalam keadaan lanjut usia sebab Allah berfirman yg Artinya :
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya” ( QS. Al Waqi’ah 56 : 35-37)
Hadist hasan lighairi, karena ada penguatnya. Lihat Ghayatul Maram (375) karya Syaikh Al- Albani.
Yanagizawa
2nd :
Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu anhum, salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “
Pada suatu hari, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau.
Ia pun berkata: “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas berkata: “Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?” Iapun berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas: “Justru engkau di sisi Allah sangat mahal harganya!” (HR. Ahmad).
3rd :
Anas Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah memanggilnya dengan sebutan: “Wahai pemilik dua telinga!” (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud).
Olievea.wordpress.com
4th :
ketika Baginda ingin meminta Anas bin Malik yang ketika itu masih kanak-kanak, yg diutus untuk satu keperluan. Pada mulanya, Anas yang belum mumayyidz itu menolak permintaan Baginda. ketika Anas baru meninggalkan Baginda untuk bermain-main lagi dengan kanak-kanak sebayanya, Baginda lalu memegang baju Anas dari belakang. ketika Anas menoleh kepada Baginda, Baginda tertawa. Baginda meminta sekali lagi supaya Anas memenuhi permintaannya, dengan memanggilnya 'Unais', yaitu dalam bentuk tashghir, dengan makna panggilan manja untuk Anas. gampangnya, 'Unais' dapat diartikan sebagai "Anas yang manja". Dengan didasari panggilan yang begitu menyenangkan bagi seorang kanak-kanak seperti Anas, lantas Anas terus bersetuju..
Kisah SHAHIH ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Fadha'il, bab : Kaana Rasulullah ahsanan naas khuluqan, hadits no 54/2310, dan oleh Abu Daud dalam Kitabul Adab hadith no 773..
5th :
Rasulullah bahkan pernah berlomba lari dengan Aisyah. "Rasulullah berlomba denganku hingga aku dapat mendahuluinya, sampai ketika aku menjadi gemuk beliau berlomba dengan aku dan beliau mendahului aku. Lalu beliau tertawa dan berkata, "Kali ini untuk menebus yang dulu" (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
sumber : Ida S Widayanti / Hidayatullah
6th :
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
“Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta”, pinta wanita tua itu.
“Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”, kata Rasulullah SAW.
“Ia tidak mampu”, kata perempuan itu.
“Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”.
“Ia tidak mampu”.
“bukankah unta itu juga anak unta?”
7th :
Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
“Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu”.
“Semoga suamimu yang dalam matanya putih”, kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, “kenapa kamu ini?”.
“Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih”, kata istrinya menerangkan. “Bukankah semua mata ada warna putih?” kata suaminya.
(From : cerdas! Mengingat mati)
8th :
Pada suatu saat, ketika Ali bin Abi Thalib masih kanak-kanak, pernah makan kurma bersama-sama Rasulullah. Setiap kali mereka makan sebuah kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing-masing.
Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan terlalu banyak kurma. Biji-biji kurma sisa mereka menumpuk lebih banyak di sisi Ali dibandingkan di sisi Rasulullah. Maka Ali pun secara diam-diam memindahkan biji-biji kurma tersebut ke sisi Rasulullah.
Ali pun berkata, “Wahai Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku. Lihatlah biji-biji kurma yang menumpuk di tempatmu.” Nabi pun tertawa dan menjawab, “Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma. Aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya. Sedangkan engkau, memakan kurma berikut biji-bijinya.”
From : elo siapa ..???’s blog
Nungkar dan Nakir
Posted On Kamis, 07 Februari 2008 at di 16.54 by .: IKHSAN. ND“Tiap-tiap yang bernyawa pasti merasakan maut(mati)…” Al-Ankabut [29]: 57
Betapa banyak dikalangan kamu Muslimin yang membahas & mengkaji tentang kematian dan kematian atau kehidupan sesudah mati, akan tetapi ketika berakhirnya majelis ilmu tersebut, maka pada saat itu juga berakhir pulalah ingatan mereka dengan sesuatu yang selalu mengintai mereka yaitu Maut.
Apa dan bagaimana bisa seperti itu…? Diriwayatkan oleh Abu Hadbah Ibrahim bin Hadbah mengatakan : Anas bin Malik menuturkan kepada kami, ia mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “
Dari hadist di atas, jelas bagi seorang mu’min agar dapat mengambil pelajaran untuk pandai-pandai mengingat mati, bahkan di dalam satu riwayat dikatakan sekurang-kurangnya manusia itu hendaknya mengingat mati sebanyak 20x sehari semalamnya. Tahukan Anda bagaimana Dahsyatnya Sakaratul Maut itu….? Al-Muhasibi menyebutkan dalam Ar-Ri’ayah, bahwa Allah SWT bertanya kepada Ibrahim, “Wahai kekasihKu, bagaimana pendapatmu mengenai kematian (setelah sebelumnya Ibrahim dikabulkan permohonannya untuk merasakan maut), Beliau menjawab : ‘Seperti besi yg dipanaskan yang ditaruh di atas kain wol yang basah, kemudian ditarik’. Kemudian Allah berfirman ‘Sesungguhnya Aku telah memudahkannya atasmu, wahai Ibrahim’ .” kemudian, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Abi Syaibah dari Jabir bin Abdillah, dari Nabi SAW, beliau bersabda : ‘kisahkan tentang Bani Isra’il, sebab di tengah-tengah mereka terdapat berbagai keajaiban.’ Kemudian beliau bercerita kepada kami, dengan sabdanya yang mulia :
‘ Segolongan dari bani Israil keluar untuk mendatangi salah satu perkuburan mereka, lalu mereka mengatakan, ‘Seandainya kita sholat 2 rokaat dan berdo’a kepada Allah, niscaya Dia akan menghidupkan sebagian orang yang telah mati untuk memberitahukan kepada kita tentang kematian.’ Merekapun melakukannya. Ketika mereka dalam keadaan demikian, maka tiba-tiba muncul seorang yang berambut putih, berwarna hitam kecuali sedikit, diantara kedua matanya terdapat bekas-bekas sujud, lalu bertanya, ‘Wahai orang-orang, apakah yang kalian inginkan dariku? Aku telah meninggal sejak 100 tahun yang lalu dan masih belum hilang dariku panasnya kematian hingga sekarang. Karena itu, berdo’alah kepada Allah agar mengembalikanku sebagaimana semula.’ ’
Nah, kisah-kisah di atas hanya segelintir saja dari peristiwa-peristiwa Ghaib yang di beritakan kepada manusia dan masih banyak lagi yang tidak diberitakan kepada manusia.
Kemudian, setelah anak Adam itu mati, maka alam ke-3 pun yaitu alam kubur menunggu kedatangan si Mayit. Kemudian, setelah sebelumnya si-mayit dimandikan dan dikafani para rombongan jenazahpun berangkat untuk mengantarkan jenazahnya. Tatkala dalam perjalannya ke liang lahat, maka dikisahkan bahwa apabila si mayit adalah seorang yang beriman, maka roh yang mengikuti jenazahnya akan berkata kepada rombongan jenazah meskipun rombongan itu tidak bisa mendengarnya, maka si mayitpun berkata : ‘cepatlah antarkan aku, … cepatlah antarkan aku…’, seolah-olah baginya rombongan tersebut berjalan sangat lamban sekali, hal ini disebabkan karena roh orang yang beriman itu sudah mendapatkan kabar gembira akan ni’mat-ni’mat kubur yang akan didatanginya nanti, akan tetapi jika si mayit itu adalah seorang yang tidak beriman, maka ia akan berteriak-teriak kepada rombongan jenazah agar melalai-lalaikan pemberangkatan jasadnya karena roh itu, sudah mengetahui sebelumnya bahwa di dalam kuburnya sudah disiapkan azab-azab kubur yang pedih dan dahsyat baginya.
Sesampainya di tempat penguburan, mayit pun kemudian diletakkan ke dalam liang lahat, sambil membukan pocong (tutup kepala mayit) dengan menghadapkannya ke arah kiblat. Setelah itu, tanahpun dikeruk kembali untuk menguburkan si mayit, sehingga satu-satunya bekal yang ia bawa pulang hanyalah amalannya saja, sebagaimana sabda Beliau SAW yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Ada 3 hal yang mengikuti mayit; yang dua kembali dan yang satu tetap bersamanya. Mayit diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalannya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya.’
Setelah prosesi penguburan selesai, maka rombonganpun pulang ke rumahnya masing-masing meninggalkan si mayit sendirian di dalam kuburnya. Dikabarkan juga bahwa, mayit bisa mendengar suara terompah kaki orang-orang yang pulang setelah mengantarnya.
Dari sini alam kuburpun dimulai. Sebelum si mayit didatangi Malaikat Mungkar dan Nakir yang kejam dan bengis, bahkan diriwayatkan ketika Isra’ Mi’raj, Nabi pernah bertanya kepada Jibril as, beliau bertanya : ‘Wahai Jibril, siapakah itu?’ Ia menjawab, ‘Mungkar dan Nakir yang mendatangi setiap manusia ketika dimasukkan dalam kuburnya seorang diri.’ Nabi bertanya lagi, ‘Wahai Jibril, sebutkan tentang keduanya untukku!’, Ia menjawab, ‘Baiklah, tanpa aku menyebutkan kepadanya tentang tinggi dan besarnya, suara keduanya seperti petir yang menggelegar, penglihatannya serperti kilat yang menyambar, taring-taring keduanya seperti besi, luapan api keluar dari mulut keduanya, begitu pula pada tenggorokan dan penglihatan keduanya. Keduanya dapat menyapu bumi dengan rambutnya, melubangi bumi dengan kuku-kuku keduanya. Masing-masing dari keduanya membawa gada (tiang dari besi), yang seandainya semua manusia yang ada di bumi ini berkumpul untuk menggerakkannya saja, niscaya mereka tidak akan mampu, keduanya mendatangi manusia, ketika diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan sendirian dan mendudukkan si mayit dalam kuburnya dengan seizin Allah SWT. Lalu keduanya membentaknya dengan bentakan yang mampu meremukkan tulang-tulangnya dan melepaskan anggota badan dari persendiannya, sehingga ia jatuh pingsan, kemudian di dudukkan lagi dan barulah memulai untuk bertanya yang apabila ia bisa menjawab, maka keselamatan atas si mayit, akan tetapi apabila tidak, maka ia akan dipukulkan dengan gada itu hingga pertanyaannya selesai, dengan ditambah siksaan-siksaan lain yang siap menimpanya. Naudzubillah summa naudzubillah.
Sebelum itu semua, terlebih dahulu ia akan didatangi oleh Malaikat Ruman untuk meminta kepada si mayit agar menuliskan semua amalan-amalan apa saja yang pernah ia lakukan selama hidup di dunia baik itu amalan baik maupun amalan yang buruk. Ia sebelumnya mengitari sekeliling kubur lalu kemudian mengatakan, ‘Wahai hamba Allah, tulislah amalanmu. Ia menjawab, ‘aku tidak punya dawat dan kertas.’ Kata malaikat, ‘itu kertasmu, tintamu peluhmu, penamu jarimu.’ Lalu dipotongkan untuknya sepotong dari kain kafannya. Kemudian hamba mulai menulis, meskipun ia tidak bisa menulis semasa hidup di dunia. Ketika itu, ia teringat kebijakan-kebijakannya dan keburukan-keburukannya seperti satu hari saja. Kemudian malaikat melipat potongan itu dan mengaitkannya di lehernya.’. Barulah setelah itu datang 2 Malaikat seperti yang dijanjikan oleh Allah ‘azza wazalla dan Rasulnya Muhammad SAW dibanyak
Sebagai penutup, ada baiknya terlebih dahulu kita cermati hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda :
‘Hamba yang telah mati, apabila telah dimasukkan dalam kuburnya, lanjut Nabi, ‘keluarganya mengatakan, ‘Wahai Tuanku (si mayit), wahai yang mulia, wahai amir (pemimpin)’. Kata beliau selanjutnya, ’Maka malaikat mengatakan, ‘Dengarlah apa yang mereka ucapkan. Apakah kamu seorang tuan?, seorang amir?, dan seorang yang mulia?’ Kata Nabi, ’ Mayit itupun mengatakan, ‘Duhai, sekiranya mereka diam.’ Lalu ia dihimpit sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan. ’
Hadist di atas menunjukkan bahwa mayit bisa diadzab disebabkan karena tangisan/ratapan keluarga kepadanya. Oleh karena itu, hendaklah anggota keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dalam coba-cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-hambanya. Wahai saudaraku seiman, adakah bekal yang engkau akan bawa pulang ke
Mudah-mudahan Allah SWT dengan sifatnya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberikan kita taufiq dan hidayah agar tetap tegar dalam menghadapi itu semua. Wallahhu a’lam bish- shawwab.
Ustadznya kok mahal ya...?
Posted On Jumat, 01 Februari 2008 at di 01.21 by .: IKHSAN. ND...lucu ya..., judulnya ... tapi ya...ini kenyataan lho..., kalau sedikit mau lebih tahu dan ndak pura-pura ndak mahu tahu..., ya..ini lumrah / wajar. Dalam artian bahwa bukan sekian rupiah yang kita bayarkan atas jasanya, sekali lagi bukan membayar jasa yang ia berikan, tapi sebagai pengganti atas waktu yang telah ia luangkan bersama kita, sebatas membayar waktu duduk-duduk ia dengan kita, karena tentu akan tidak baik jika kita mengganggu kewajibannya sebagai kepala rumah tannga dalam mencari nafkah keluarganya, nah...tentunya dengan kita menahan ia bersama kita, maka sewajarnyalah kita memberikan pengganti walaupun tidak sebarapa atas waktunya. Pengertiannya sebatas itu saja...jelas kan ya...^_^
Walaupun terkadang ada ustadz yang secara tegas menolak ’bingkisan’ yang diberikan dengan alasan ’apa yang diberikan Allah nantinya jauh akan lebih baik dari apa yang akan saya dapatkan sekarang’ ataupun kalimat-kalimat serupa yang semisal dengan ini.
Maklum lah...masa...untuk ilmu-ilmu dunia yang sifatnya fadhu kifayah kita rela bayar mahal, ratusan hingga jutaan rupiah, sedangkan ilmu Ad-diin (Agama) dengan sifatnya fardhu ’ain (wajib atas tiap-tiap muslim) kita enggan ... atau atau seperti belajar bahasa Inggris yang biayanya lumayan tinggi jika dibandingkan dengan belajar Bahasa Arab bahkan ada yang gratis malahan, walaupun kita tahu kalo bahasa ini adalah bahasa tersermpurna yang pernah ada hingga detik ini. Memahaminya sama dengan memahami agama Islam dan bisa dibayangkan betapa indahnya bisa memahami AL-qur’an lantaran kita faham dengan bahasa Arab..sholat bisa lebih khusyu’, do’a-do’a yang diucapkan juga bisa lebih dihayati....ndak sekedar pengucapan, tapi dengan pemaknaannya.
Tapi, (sebenarnya permasalahannya di sini)...ada ustadz-ustadz kondang di tanah air yang membayar waktunya itu sama dengan biaya hidup selama 1 tahun....? wao...w, kok bisa..? ya..tentu saja bisa....padahal kalau kita teliti dengan ’ilmu, maka kita akan menjumpai bahwa mereka masih kurang dan kalah dalam ke’ilmuannya dibadingkan ustadz-ustadz kita yang tidak tampil di layar-layar kaca... tapi begitulah...sebagian kaum muslimin rela membayar mahal walaupun mungkin sekedar pamor yang ia dapatkan, sementara masalah ’ilmu itu nomer-16....___ ya...mudah-mudahan Allah SWT memberikan kita hidayah dan bimbingannya agar bisa memaksimalkan apa-apa yang ada pada kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat....Amin. ^_^
Adab Makan
Posted On Sabtu, 10 November 2007 at di 19.15 by .: IKHSAN. NDBukan untuk mengajari...tapi hanya sekedar mengingatkan... bahwa sunnahnya makan itu :
(+) Posisi kaki yang merapat ke perut tentunya dengan ditegakkan, seperti membentuk sudut 90o dimana kaki kanan ditegakkan dan kaki kiri ditidurkan.
(+) Makan dengan tidak bersandar (baik ke dinding atau ke lantai...)
(+) Berdo’a dgn do’a :
” Bismillah ” ( tanpa : ..hirrohman nir rohim, Allohuma bariklana fima...[X] )
(-) eii..t, enak aja, emang apa dalilnya...?
(+) Hadist riwayat Umar bin Abu Salamah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ samillaha wakul biyamiinika wakul mimmaa yaa liik ”
“ bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu ”.
Adapun Allohuma bariklana fima... sepakat para ulama adalah bersumber dari Hadist yang Dhoif (lemah), dan hadist dhoif tidak bisa dijadikan sebagai sandaran hukum dalam Islam.
(+) Makanlah makanan yang berada di pinggir-pinggirnya terlebih dahulu, baru kemudia pada bagian tengahnya.
(+) Makan dgn 3 jari
Sebatas makanan itu masih mampu di selesi kan oleh kita, 3 jari tidaklah mengapa, seperti : kurma, roti, nasi, ikan dsb, dan akan berbeda pada makanan2 cair, seperti : burjo, sup, Fu yung hai, Pek lay, Chap chay dan hay hay yang lain maka hendaknya memaksimalkan fungsi tangannya.
(+) Memperbanyak tangan dalam makanan
(-) maksudnya...?
(+) menghadirkan banyak orang untuk menikmati makanan itu, dengan banyaknya tangan pada makanan itu, maka akan banyak pula rezeki yang terkandung di dalamnya.
(+) Disunnahkan menjilati tangan sebelum dicuci atau menjilatkannya kpd orang lain.
(-) ih..jorok..?
(+) jorok bagaimana.., La wong sebelum makan kita kan cuci tangan dulu kan, dan orang lain disini bukan siapa-siapa, melainkan anak atau istri kita, tapi kalau kita tidak mau, menjilati tangan sendiri justru lebih baik.
(-) oh..gitu...
(+) Iya nho...
(+) JANGAN SEKALI-KALI MENGHINA MAKANAN, kalo ndak suka, jangan dimakan dan diamlah, tidak usah berkomentar apa-apa kalau memang kita bukan pemberi komentar yang baik dan seperti itulah yang diajarkan beliau.
(+) Jika memungkinkan, pujilah makanan itu.
Sebab sebuah penelitian di Jepang menunjukkan perbedaan diantara kedua air tersebut. Air yang sering disanjung - sanjung akan menunjukkan sejenis kristal-kristal yang bermekaran berbentuk seperti segi-6 yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia yang juga 90% nya tersusun dari air. Itulah sebabnya, mengapa banyak para kyai-kyai (sebut saja demikian), dalam pengobatan penyakit dengan menggunakan air, mereka terlebih dahulu membaca ayat-ayat Al-qur’an, lalu kemudia ditiupkan ke air tersebut, dengan tujuan agar air tersebut nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi tubuh, dan sebaik-baik bacaan yang dapat menjadikan air banyak membentuk kristalan-kristalan air ialah ayat-ayat Al-qur’an.